6 Tips Menanam Pare agar Tidak Menguning, Panen Jadi Lebih Maksimal

1 month ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Menanam pare memang mudah, tetapi perubahan warna pada daun atau buah sering menjadi masalah bagi pemula. Karena itu, memahami tips menanam pare agar tidak menguning sejak awal sangat penting agar tanaman tumbuh sehat dan hasil panen tetap optimal.

Kondisi pare yang menguning umumnya dipengaruhi oleh perawatan, nutrisi, dan lingkungan tanam. Kesalahan penyiraman atau kurangnya asupan hara dapat menghambat pertumbuhan. Dengan menerapkan tips menanam pare agar tidak menguning, risiko kerusakan tanaman bisa ditekan.

Selain perawatan rutin, pare membutuhkan sinar matahari cukup dan sirkulasi udara yang baik. Penerapan tips menanam pare agar tidak menguning secara konsisten akan membantu menghasilkan buah pare hijau segar dan berkualitas.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang tips menanam pare agar tidak menguning, Rabu (24/12/2025).

1. Terapkan pemupukan seimbang dan terjadwal

Pemupukan merupakan faktor utama agar daun dan buah pare tidak menguning. Tanaman pare membutuhkan asupan nutrisi lengkap sejak awal tanam hingga panen.

Gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang untuk memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme. Setelah itu, lengkapi dengan pupuk anorganik seperti NPK, urea, dan TSP sesuai dosis agar kebutuhan unsur makro terpenuhi.

Mengutip buku berjudul Panduan Penggunaan Pupuk Organik (2017) oleh Untung Suwahyono, pemberian pupuk organik bertujuan untuk menyediakan unsur hara sekaligus memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah. Dengan demikian, efisiensi pemupukan nitrogen dapat meningkat, kinerja fisiologis tanaman menjadi lebih baik, aktivitas mikroba tanah meningkat, dan hasil produksi tanaman dapat lebih optimal.

Untuk memenuhi kebutuhan nitrogen tanaman, pupuk organik konvensional umumnya memerlukan jumlah yang cukup besar. Namun, penggunaan pupuk organik terukur memungkinkan kebutuhan tersebut dipenuhi dengan volume yang lebih sedikit.

Pemupukan yang tidak teratur atau dosis berlebihan justru bisa menyebabkan stres tanaman dan membuat daun cepat menguning. 

2. Sesuaikan pupuk dengan fase pertumbuhan pare

Setiap fase pertumbuhan pare membutuhkan jenis nutrisi yang berbeda. Pada fase vegetatif (awal pertumbuhan), tanaman membutuhkan nitrogen lebih tinggi untuk mendukung pertumbuhan daun yang hijau dan lebat.

Memasuki fase berbunga dan berbuah, unsur fosfor dan kalium harus ditingkatkan agar pembentukan bunga dan buah optimal.

Ketidaksesuaian pupuk dengan fase pertumbuhan sering menjadi penyebab buah pare kecil, bengkok, dan menguning sebelum dipanen. 

3. Kelola penyiraman dan drainase secara tepat

Air berperan penting dalam penyerapan nutrisi. Penyiraman yang berlebihan dapat menyebabkan akar membusuk, sedangkan kekurangan air membuat tanaman stres dan daun menguning.

Pastikan lahan memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang. Siram tanaman secara rutin pada pagi atau sore hari, terutama saat musim kemarau, dengan volume secukupnya agar tanah tetap lembap namun tidak becek. 

4. Cegah dan kendalikan hama serta penyakit sejak dini

Serangan penyakit jamur seperti embun bulu dan embun tepung sering menyebabkan daun pare menguning dan mengering.

Selain itu, hama lalat buah dapat merusak buah muda hingga berubah warna menjadi kuning dan gugur. Lakukan pengecekan tanaman secara rutin, buang bagian yang terserang, dan jaga kebersihan lahan.

Gunakan pengendalian hama terpadu, seperti pengaturan jarak tanam, sanitasi kebun, dan pestisida sesuai kebutuhan agar tanaman tetap sehat. 

Mengutip buku berjudul Pengantar Ilmu Pertanian (2025) oleh Novi Nurhayati, dkk., hama merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman yang kehadirannya sangat tidak diharapkan karena dapat menimbulkan kerugian yang besar melalui aktivitasnya pada tanaman.

Kerusakan akibat serangan hama umumnya dapat dikenali dari bekas yang ditinggalkan, seperti gigitan atau gerekan pada bagian tanaman. Jenis hama yang umum dijumpai antara lain serangga, moluska, tungau, tikus, burung, serta mamalia berukuran besar.

5. Ciptakan lingkungan tumbuh yang optimal

Tanaman pare tumbuh baik di tanah gembur, subur, dan kaya bahan organik. Pastikan pH tanah berada pada kisaran ideal 5,5–6,7 agar nutrisi mudah diserap akar.

Pare juga membutuhkan cahaya matahari yang cukup, namun tidak berlebihan. Penggunaan para-para atau teralis sangat dianjurkan agar tanaman dapat merambat dengan baik, sirkulasi udara lebih lancar, dan kelembapan di sekitar daun serta buah dapat dikontrol. 

6. Lakukan perawatan rutin dan pemangkasan teratur

Pemangkasan cabang tidak produktif membantu mengarahkan nutrisi ke cabang utama dan buah. Pangkas tunas liar di bagian bawah tanaman dan sisakan cabang yang sehat serta produktif. Perawatan rutin seperti penyiangan gulma, pengamatan pertumbuhan, dan penyiraman teratur akan membuat tanaman pare lebih kuat, produktif, dan tidak mudah mengalami gejala daun maupun buah menguning. 

Penyebab Daun dan Buah Pare Menguning

Menurut Kristiawan (2011) sebagaimana dikutip dalam buku berjudul Tanaman Upakara (2021) oleh By Dr. I Nyoman Subagia, S.Ag., M.Ag, dkk., tanaman pare dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis hingga ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Pare membutuhkan suhu antara 18–24°C, kelembapan udara yang cukup tinggi (sekitar 50–70%), serta curah hujan yang relatif rendah. Tanaman ini dapat tumbuh subur sepanjang tahun dan tidak bergantung pada musim tertentu.

Jenis tanah yang paling sesuai untuk pertumbuhan pare adalah tanah lempung berpasir yang subur dan gembur. Tanah tersebut sebaiknya kaya akan bahan organik serta memiliki sistem aerasi dan drainase yang baik agar pertumbuhan tanaman optimal

Daun maupun buah pare yang berubah warna menjadi kuning menandakan adanya gangguan pada pertumbuhan tanaman. Berikut beberapa penyebab utama yang perlu diperhatikan agar penanganannya bisa dilakukan dengan tepat.

1. Kekurangan nutrisi penting

Tanaman pare membutuhkan unsur hara seperti nitrogen, zat besi, dan magnesium untuk tumbuh optimal. Kekurangan nitrogen biasanya ditandai daun menguning dari tepi lalu menyebar ke bagian tengah. Sementara itu, kekuningan yang merata dapat terjadi akibat kurang cahaya matahari atau sistem perakaran yang tidak sehat.

2. Serangan penyakit jamur dan bakteri

Penyakit embun bulu menyebabkan bercak kuning di permukaan daun dengan bulu keunguan di bagian bawah, sedangkan embun tepung ditandai lapisan putih yang membuat daun mengering. Jamur lain seperti Fusarium, Pythium, dan Colletotrichum sp. (antraknosa) juga dapat memicu daun dan buah pare menguning, terutama saat musim hujan. Selain itu, bakteri Pseudomonas syringae dapat menimbulkan noda kuning yang menghambat pertumbuhan tanaman.

3. Gangguan hama tanaman

Hama seperti lalat buah sering menyerang buah pare muda. Sengatannya menyebabkan buah bengkok, menguning, dan berisi larva kecil di dalamnya. Jika tidak dikendalikan dengan baik, serangan hama ini dapat menurunkan kualitas dan jumlah hasil panen secara signifikan.

4. Kesalahan perawatan dan kondisi lingkungan

Penyiraman yang berlebihan atau terlalu sedikit dapat mengganggu penyerapan nutrisi sehingga daun mudah menguning. Kelembapan udara yang tinggi juga mempercepat perkembangan jamur. Selain itu, pH tanah yang tidak ideal, batang tanaman yang lemah, serta kurangnya pemangkasan dapat menghambat distribusi nutrisi dan memicu perubahan warna pada daun maupun buah pare.

Q & A Seputar Topik

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menanam pare hingga panen?

Waktu yang dibutuhkan dari penanaman hingga panen pertama sekitar 2,5-3 bulan atau 60-75 hari setelah tanam. Setelah panen pertama, tanaman pare akan terus berproduksi selama 2-3 bulan ke depan dengan pemanenan yang dilakukan setiap 2-3 hari sekali.

Apakah tanaman pare membutuhkan banyak air?

Tanaman pare membutuhkan penyiraman yang teratur namun tidak berlebihan. Siram tanaman setiap pagi atau sore hari, terutama saat musim kemarau. Pastikan tanah tetap lembab namun tidak tergenang air karena dapat menyebabkan busuk akar dan penyakit layu.

Mengapa bunga pare rontok sebelum menjadi buah?

Bunga pare yang rontok sebelum menjadi buah dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kekurangan unsur hara, penyiraman yang tidak teratur, suhu terlalu tinggi, atau kurangnya penyerbukan. Pastikan pemupukan dilakukan secara teratur, jaga kelembaban tanah, dan tanam beberapa tanaman pare berdekatan untuk memudahkan penyerbukan silang.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |