Liputan6.com, Jakarta - Menanam oyong kini menjadi pilihan menarik bagi pekebun rumah yang ingin memanfaatkan lahan terbatas, seperti pagar atau rambatan. Tanaman yang juga dikenal sebagai gambas ini tidak hanya mudah dirawat, tetapi juga memberikan hasil panen melimpah jika teknik penanaman dan perawatannya tepat. Dengan pemilihan bibit unggul, media tanam yang subur, serta pencahayaan yang cukup, oyong dapat tumbuh cepat dan menghasilkan buah berkualitas tinggi.
Selain itu, oyong merupakan tanaman merambat yang ideal untuk ditanam di pekarangan sempit atau bahkan di pot besar dengan ajir atau rambatan. Tanaman ini juga dikenal tahan terhadap berbagai penyakit jika dirawat dengan baik, sehingga panen bisa lebih optimal. Simak langkah-langkah menanam oyong agar pertumbuhannya maksimal dan hasil panennya melimpah.
Syarat Tumbuh Optimal Oyong
Agar oyong tumbuh optimal dan menghasilkan panen yang melimpah, beberapa syarat tumbuh perlu diperhatikan dengan seksama. Tanaman oyong membutuhkan penyinaran matahari penuh sepanjang hari untuk mendukung proses fotosintesis yang maksimal.
Suhu rata-rata ideal untuk pertumbuhan oyong adalah antara 18 hingga 24 derajat Celcius. Ketersediaan air yang cukup juga sangat penting; kekurangan air dapat menyebabkan tanaman kerdil, berbatang kecil, serta bunga dan bakal buah mudah rontok, yang tentunya akan mengurangi hasil panen.
Kelembapan ideal untuk menunjang pertumbuhan oyong adalah antara 50 sampai 60 persen. Meskipun oyong dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, pertumbuhannya akan optimal pada tanah yang subur, gembur, memiliki aerasi dan drainase yang baik, serta pH netral sekitar 5,5-6,8.
1. Siapkan Lahan atau Media Tanam
Persiapan lahan merupakan langkah awal yang krusial dalam budidaya oyong untuk memastikan cara menanam oyong agar panen banyak. Lahan harus dibersihkan dari gulma dan rumput liar secara menyeluruh untuk menghindari persaingan nutrisi dengan tanaman oyong.
Setelah bersih, tanah perlu digemburkan dengan cara dicangkul atau dibajak hingga teksturnya menjadi remah. Selanjutnya, buat bedengan dengan lebar 80-100 cm untuk penanaman di lahan terbuka.
Untuk penanaman di pot atau polybag, gunakan pot berdiameter sekitar 25 cm dan tinggi 30 cm, atau kaleng/ember bekas yang sudah dilengkapi lubang drainase di bagian bawah. Media tanam yang digunakan bisa berupa campuran tanah dan pupuk kompos atau bokashi dengan perbandingan 1:1.
Tambahkan furadan sekitar 3 sendok makan (sesuaikan dengan ukuran pot/polybag) dan aduk rata, lalu siram hingga lembap. Di atas bedengan, sebarkan pupuk dasar berupa pupuk kandang (5 kg/m²), SP-36 (7.5 g/tanaman), KCl (5 g/tanaman), dan ZA (26 g/tanaman), serta Dolomit (17.5 g/tanaman), kemudian aduk pupuk dengan tanah secara merata.
2. Pilih Bibit Oyong Unggul
Pemilihan bibit yang tepat adalah kunci utama untuk panen oyong yang sukses dan melimpah. Bibit oyong berkualitas dapat dibeli di toko pertanian yang terpercaya, memastikan varietas yang unggul.
Alternatifnya, bibit juga bisa dibuat sendiri dari buah oyong yang sudah tua, kering, dan berwarna kecoklatan. Ambil bijinya, lalu jemur selama sekitar 2 hari hingga biji benar-benar kering dan siap untuk disemai.
Sebelum disemai, benih oyong perlu diberi perlakuan awal dengan memotong atau memecah kulit benih menggunakan alat pemotong kuku. Kemudian, kecambahkan benih pada tisu, koran, atau kain basah selama 2 hari atau sampai keluar bakal akarnya.
Beberapa varietas oyong unggul yang direkomendasikan untuk hasil panen optimal antara lain Oyong Carissa F1, Oyong Anggun Tavi F1 (yang tahan virus, memiliki masa simpan lama, dan umur panen 32-34 HST), Oyong Grandia F1, Oyong Putih, dan Oyong Taiwan.
3. Lakukan Proses Penanaman yang Benar
Setelah persiapan lahan dan bibit, langkah selanjutnya dalam cara menanam oyong agar panen banyak adalah proses penanaman. Benih dapat disemai terlebih dahulu dalam polybag kecil dengan media tanam campuran tanah dan pupuk kandang (3:1).
Bibit siap dipindah tanam ke lahan permanen pada umur 7-10 hari setelah semai, saat tanaman sudah cukup kuat. Alternatif lain, benih yang sudah dikecambahkan bisa langsung ditanam ke lubang tanam yang telah disiapkan.
Buat lubang tanam dengan jarak 50 cm x 100 cm untuk memberikan ruang tumbuh yang cukup bagi oyong. Untuk penanaman di polybag, tanam 3 benih dalam satu polybag, lalu tutup tipis dengan media tanam.
Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari untuk mengurangi stres pada bibit akibat paparan sinar matahari langsung dan membantu adaptasi tanaman.
4. Pasang Lanjaran atau Rambatan
Oyong adalah tanaman merambat yang sangat membutuhkan lanjaran atau para-para sebagai tempat merambat, yang sangat penting untuk mendukung cara menanam oyong agar panen banyak. Lanjaran berfungsi agar cabang dan tunas tidak saling bertumpuk, memudahkan perawatan, dan tentunya memudahkan proses panen.
Selain itu, lanjaran juga berperan membuat buah oyong tumbuh lebih baik dan berkualitas karena tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Batang oyong bisa tumbuh hingga 3-4 meter, sehingga struktur rambatan yang kokoh sangat diperlukan.
Pemasangan lanjaran sebaiknya dilakukan setelah selesai proses penanaman atau setelah oyong berumur sekitar 2 minggu setelah tanam, saat tanaman mulai menunjukkan pertumbuhan merambat. Lanjaran dapat dibuat dari kayu atau bambu sebagai tiang utama, dikombinasikan dengan tali plastik atau benang yang kuat.
Untuk membuat lanjaran sederhana, pasang tiang utama dari kayu atau bambu dengan jarak 2,5 hingga 3 meter. Kemudian, pasang tali plastik sebanyak 3 baris (bawah, tengah, atas) atau lilitkan tali rafia memanjang mengikuti tiang gawangan dengan jarak sekitar 20 cm antar tali. Di bagian atas antara tiang lanjaran, pasang kayu atau bambu melintang sebagai penopang, lalu rambatkan tanaman oyong pada lanjaran benang yang telah dibuat.
5. Rawat Tanaman Oyong dengan Konsisten
Perawatan yang tepat dan konsisten sangat penting dalam cara menanam oyong agar panen banyak. Penyiraman oyong perlu dilakukan secara rutin setiap pagi atau sore hari pada awal penanaman.
Pada fase dini perkembangan, yaitu hingga umur 7 hari setelah pindah tanam, oyong harus disiram setiap hari untuk memastikan kecukupan air. Setelah tanaman tumbuh dewasa, frekuensi penyiraman bisa dikurangi menjadi 2 kali sehari, dan jika musim kemarau, siram terlebih dahulu sebelum pemupukan.
Pemupukan susulan dilakukan secara berkala agar tanaman tumbuh optimal. Pemupukan susulan pertama dapat dilakukan setelah tanaman berumur 10 hari setelah tanam atau 14 hari setelah tanam, menggunakan pupuk NPK, ZA, TSP, dan KCl.
Contoh jadwal pemupukan susulan meliputi NPK Mutiara 16-16-16 dan KARATE PLUS BORONI yang dikocor setiap minggu pada minggu ke-1 dan ke-2 setelah tanam. Selanjutnya, pada minggu ke-3 dan ke-4 setelah tanam, gunakan NPK Mutiara GROWER 15-09-20+TE dan KARATE PLUS BORONI yang dikocor setiap minggu. Pemupukan susulan ketiga pada umur 28 HST menggunakan pupuk kimia KCl dan NPK Mutiara 16 dengan perbandingan 1:1, dilarutkan 0,5 kg untuk 15 liter air, lalu siram 250 ml per lubang, dan pemupukan selanjutnya dilakukan setiap 10 hari sekali sampai masa panen habis.
Selain itu, pupuk daun seperti MerokeMAP, MerokeMAG-S, MerokeMKP, MerokeCALNIT, dan MerokeKALINITRA dapat disemprotkan pada daun dengan dosis 2 g/L, serta MerokeFITOFLEX dengan dosis 2,5 g per tangki semprot (14 liter air). Ini membantu memperkuat tanaman dan meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Penyiangan juga harus dilakukan secara rutin untuk mengendalikan gulma atau tanaman liar di sekitar oyong dengan cara mencabut gulma sampai bersih. Pemangkasan tunas bawah yang terlalu banyak juga penting karena dapat menyerap nutrisi dan energi tanaman, sehingga mengurangi hasil panen, serta memperpanjang usia tanaman.
Jika ada benih yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya tidak normal, lakukan penyulaman atau penggantian dengan tanaman baru untuk menjaga kepadatan tanam.
6. Lakukan Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit merupakan aspek krusial dalam cara menanam oyong agar panen banyak dan berkualitas. Hama umum yang sering menyerang oyong meliputi kumbang daun, ulat grayak, lalat buah, kutu kebul (Bemisia tabaci), aphid (Aphid sp.), dan trips (Thrips sp.).
Penyakit umum yang dapat menyerang tanaman oyong adalah bercak daun yang disebabkan oleh Downy Mildew (Pseudoperonospora cubensis) dan virus mosaik. Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan rutin untuk menghindari hama, terutama lalat buah, setelah tanaman mulai berbunga atau berbuah kecil, idealnya sekali 2 hari.
Gunakan produk pembasmi hama dan penyakit yang tersedia di toko pertanian sesuai petunjuk penggunaan. Untuk mengatasi bercak daun, jaga sanitasi kebun, lakukan pergiliran tanaman, dan hindari kondisi kelembapan yang terlalu tinggi di sekitar tanaman.
Penggunaan insektisida dan fungisida harus disesuaikan dengan kebutuhan dan dosis yang tepat. Pemasangan plastik rol berlubang di sekitar tanaman juga dapat menjadi metode perlindungan tambahan dari gangguan lingkungan dan hama.
7. Panen Oyong
Masa panen merupakan momen yang dinantikan setelah semua upaya dalam cara menanam oyong agar panen banyak dilakukan. Oyong dapat dipanen pertama kali setelah berumur 32-34 hari setelah tanam (HST) untuk varietas Anggun Tavi F1, atau sekitar 36-38 HST, tergantung pada kesuburan tanaman.
Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa masa panen oyong bisa dimulai sekitar 45-60 hari setelah tanam. Ciri buah oyong yang siap panen adalah memiliki warna hijau muda, ukurannya tidak terlalu kecil atau terlalu besar, dan biji di dalamnya belum terlihat jelas.
Sangat penting untuk memanen tepat waktu, karena jika terlambat, buah akan menjadi keras dan berserat, sehingga kualitasnya menurun. Oyong dapat dipanen setiap dua hari sekali atau 1-3 hari sekali, dan dalam satu kali penanaman, oyong bisa dipanen sebanyak 25-30 kali.
Gunakan alat tajam, seperti pisau, untuk memotong tangkai buah agar hasil panen tetap segar dan tangkai terlihat rapi, menjaga kualitas produk.
Tips Tambahan untuk Panen Melimpah
Untuk memaksimalkan hasil dan memastikan cara menanam oyong agar panen banyak, beberapa tips tambahan perlu diperhatikan. Pemilihan benih unggul sangat memengaruhi pertumbuhan optimal dan ketahanan tanaman terhadap hama penyakit, jadi investasikan pada benih berkualitas.
Perawatan dan pengontrolan tanaman harus dilakukan secara rutin dan teliti, termasuk pemeriksaan kondisi tanaman setiap hari. Pastikan ketersediaan air mencukupi, karena kekurangan air dapat menyebabkan kerontokan bunga dan buah, yang berdampak langsung pada hasil panen.
Lakukan pemupukan susulan secara berkala dengan jenis pupuk yang tepat sesuai fase pertumbuhan tanaman. Pengendalian hama dan penyakit juga harus dilakukan secara selektif dan rutin untuk menjaga kesehatan tanaman dari serangan organisme pengganggu.
Terakhir, panen oyong saat buah masih muda dan segar untuk mendapatkan kualitas terbaik serta merangsang pertumbuhan buah baru secara berkelanjutan, sehingga produksi tetap tinggi.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Kapan waktu terbaik untuk menanam oyong?
Oyong dapat dibudidayakan kapan saja karena memiliki kemampuan adaptasi tinggi, namun penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari untuk mengurangi stres pada bibit.
2. Bagaimana ciri buah oyong yang siap dipanen?
Buah oyong siap panen memiliki warna hijau muda, ukuran tidak terlalu kecil atau besar, dan biji di dalamnya belum terlihat jelas.
3. Mengapa oyong membutuhkan lanjaran atau rambatan?
Lanjaran atau rambatan berfungsi agar cabang dan tunas oyong tidak saling bertumpuk, memudahkan perawatan dan panen, serta membuat buah tumbuh lebih baik dan berkualitas.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481429/original/015789000_1769130736-Ide_Jualan_dari_Ubi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437708/original/067556300_1765260819-Gemini_Generated_Image_9bc9or9bc9or9bc9.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480317/original/096189000_1769053675-unnamed__59_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4599020/original/052620300_1696441646-WhatsApp_Image_2023-10-04_at_11.29.32_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481515/original/068670600_1769136198-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460393/original/064062100_1767248775-Waspada_dan_Cegah_Serangan_Penyakit_Sejak_Dini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481461/original/082835500_1769134163-inspirasi_teras_rumah_minimalis_yang_teduh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467940/original/021342200_1767936718-kebun_modal_0_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275552/original/044237000_1751882343-pexels-matthias-oben-2060028-3687927.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480637/original/016881000_1769062299-anak_ayam__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479176/original/096164400_1768970075-Gemini_Generated_Image_qksconqksconqksc.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4985329/original/030035300_1730272837-Depositphotos_389668874_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480299/original/061209800_1769052802-pexels-ibrahim-hasan-759757-16541475.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481133/original/067254900_1769077915-Menggunakan_cutter_untuk_Melubangi_Galon__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366412/original/031439200_1759226870-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479079/original/074178100_1768967772-Bika_Ambon_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481174/original/016851200_1769080048-pexels-ketut-subiyanto-5037319.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5353723/original/056829600_1758180006-ruang_tamu_lantai_klasik_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481262/original/048647200_1769084174-ide_jualan_takjil_dari_buah_beku_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480635/original/092097700_1769062271-unnamed__3_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)