Cara Menanam Kangkung Air di Botol Bekas, Tumbuh Lebat Cepat Panen

1 week ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam kangkung air di botol bekas merupakan alternatif cerdas bagi Anda yang ingin berkebun namun terkendala oleh terbatasnya lahan di area rumah. Dengan memanfaatkan sampah botol plastik yang ada di sekitar kita, Anda tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan tetapi juga bisa menghasilkan sayuran organik yang sehat untuk keluarga. Teknik ini sangat populer di kalangan masyarakat perkotaan karena kepraktisannya dan biaya yang sangat terjangkau.

Memulai budidaya sayuran dengan metode cara menanam kangkung air di botol bekas tidaklah sulit, bahkan bagi mereka yang baru pertama kali mencoba dunia tanam-menanam. Kangkung air dikenal sebagai tanaman yang memiliki daya tahan tinggi dan proses pertumbuhan yang sangat cepat. Hanya dalam hitungan minggu, Anda sudah bisa memetik hasil jerih payah sendiri tanpa harus pergi ke pasar untuk membeli sayuran segar.

Keunggulan utama dari cara menanam kangkung air di botol bekas adalah efisiensi penggunaan air dan nutrisi. Dengan sistem sumbu atau semi-hidroponik, tanaman akan mendapatkan pasokan air yang stabil tanpa perlu disiram setiap saat. Artikel ini akan mengupas tuntas setiap langkah yang perlu Anda lakukan, mulai dari persiapan bahan hingga tips agar kangkung Anda bisa dipanen berkali-kali secara berkelanjutan.

Persiapan Media Tanam dan Bibit Berkualitas

Langkah awal dalam cara menanam kangkung air di botol bekas adalah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan, antara lain:

  • Botol plastik bekas ukuran 600 ml atau 1,5 liter
  • Kain flanel atau sumbu kompor sebagai media penyalur air
  • Media tanam berupa arang sekam, cocopeat, atau kerikil kecil

Botol plastik sebaiknya dicuci bersih terlebih dahulu agar bebas dari residu zat kimia yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman.

Selain itu, perhatikan juga pemilihan benih kangkung dengan kualitas terbaik, dengan ciri-ciri berikut:

  • Butiran benih utuh dan tidak keropos
  • Benih tenggelam saat direndam dalam air
  • Memiliki daya kecambah tinggi

Untuk mempercepat proses perkecambahan, benih dapat direndam selama 3–6 jam sebelum ditanam. Pastikan media tanam yang digunakan bersifat gembur dan steril agar akar kangkung dapat bernapas dengan baik serta menyerap nutrisi secara optimal.

Langkah-Langkah Menanam Kangkung di Botol Plastik

Setelah semua bahan siap, ikuti prosedur cara menanam kangkung air di botol bekas berikut ini:

  • Pemotongan Botol: Potong botol plastik menjadi dua bagian. Bagian atas akan menjadi wadah tanam, sementara bagian bawah berfungsi sebagai penampung air nutrisi.
  • Pemasangan Sumbu: Lubangi tutup botol, lalu masukkan kain flanel melalui lubang tersebut. Sumbu ini nantinya akan menarik air ke atas menuju media tanam melalui gaya kapiler.
  • Pengisian Media: Masukkan media tanam ke bagian atas botol. Jangan mengisi terlalu penuh agar benih tidak tumpah saat disiram.
  • Penaburan Benih: Masukkan sekitar 5-8 butir benih kangkung ke dalam setiap botol. Tutup tipis dengan media tanam tambahan agar benih tetap lembap.
  • Pemberian Air: Isi bagian bawah botol dengan air bersih hingga menyentuh ujung sumbu kain flanel.

Perawatan Rutin Agar Kangkung Tumbuh Subur

Aspek paling penting dalam cara menanam kangkung air di botol bekas adalah pemberian nutrisi dan paparan sinar matahari. Kangkung membutuhkan sinar matahari minimal 4-6 jam sehari agar batangnya kuat dan daunnya tidak pucat. Penggunaan nutrisi AB Mix sangat disarankan karena mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap.

Periksalah ketersediaan air nutrisi di bagian bawah botol secara berkala. Jika air menyusut, segera tambahkan larutan nutrisi baru. Selain itu, waspadai serangan hama seperti kutu daun. Anda bisa menggunakan pestisida nabati yang terbuat dari campuran bawang putih dan sabun cuci piring sebagai solusi organik jika ditemukan gangguan pada daun tanaman Anda.

Proses Panen dan Tips Pasca Panen

Kangkung yang ditanam dengan cara menanam kangkung air di botol bekas umumnya siap dipanen dalam waktu 21 hingga 30 hari setelah tanam. Ciri kangkung siap petik adalah batangnya sudah cukup besar dan daunnya lebat berwarna hijau segar. Anda bisa memanennya dengan cara mencabut hingga ke akarnya jika ingin mengganti dengan tanaman baru.

Namun, jika ingin memanen berkali-kali, gunakan teknik potong. Potonglah batang kangkung dan sisakan sekitar 2-3 cm dari permukaan media tanam. Sisa potongan tersebut akan menumbuhkan tunas baru yang bisa dipanen kembali dalam 10-14 hari ke depan. Hal ini tentu sangat menguntungkan karena Anda tidak perlu menyemai benih dari awal setiap kali ingin makan kangkung.

Setelah panen selesai, pastikan Anda mencuci botol bekas tersebut dan mengganti media tanamnya jika sudah terlihat jenuh atau berlumut. Dengan perawatan yang konsisten, cara menanam kangkung air di botol bekas bisa menjadi hobi yang produktif dan menyenangkan di rumah.

FAQ (Pertanyaan Umum)

Berapa lama kangkung di botol bekas bisa dipanen?

Kangkung biasanya sudah bisa dipanen antara usia 21 hingga 30 hari setelah tanam (HST) tergantung kualitas nutrisi yang diberikan.

Apakah harus menggunakan pupuk AB Mix?

Meskipun AB Mix paling efektif, Anda bisa menggunakan pupuk organik cair (POC) sebagai alternatif untuk menyuplai nutrisi pada tanaman.

Bolehkah menggunakan botol bekas selain air mineral?

Boleh, selama botol tersebut berbahan plastik dan sudah dibersihkan dari sisa minyak atau bahan kimia berbahaya.

Kenapa kangkung saya batangnya kurus dan kecil?

Hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya intensitas sinar matahari atau dosis nutrisi yang terlalu rendah dalam air.

Apakah kangkung bisa tumbuh kembali setelah dipotong?

Ya, jika dipotong dan disisakan sedikit bagian batangnya, kangkung akan mengeluarkan tunas baru untuk panen berikutnya.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |