Perbedaan Sohun dan Bihun yang Kerap Disebut Mirip, Perajin Mi Legendaris Ungkap Fakta Menarik

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Perbedaan sohun dan bihun memang kerap kali menjadi tanya tanya, utamanya bagi pecinta mi. Ya, tak bisa dipungkiri, sohun dan bihun memang memiliki fisik yang sekilas mirip, sama-sama berbentuk panjang, tipis, kenyal, dan sering hadir dalam berbagai hidangan seperti sup, gorengan, hingga aneka tumisan. Bahkan sebagai mi putih, keduanya sama-sama terbuat dari non-terigu yang kerap dianggap sumber karbohidrat rendah lemak dan kalori karena bebas gluten.

Namun, di antara berbagai kemiripan itu, ada sejumlah perbedaan mendasar yang penting diketahui.  Kesalahan dalam mengenali kedua jenis mi ini, tentu bisa saja memengaruhi hasil akhir masakan yang diinginkan. Hal itu karena tekstur yang berbeda, akan menghasilkan sensasi makan berbeda pula. Bahkan dalam segi nutrisi dan daya serap bumbu, baik sohun maupun bihun memiliki karakter unik yang tidak selalu bisa saling menggantikan.

Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan sohun dan bihun yang sering dimiripkan. Dengan memahami perbedaannya, Anda bisa lebih tepat memilih bahan sesuai kebutuhan masakan. Berikut penjelasannya, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, termasuk wawancara tim redaksi dengan Widi (46), salah satu pemilik sentra produksi Mi Sohun di Manjung, Klaten, pada Rabu (28/1/2026).

1. Bahan Dasar Sohun dan Bihun

Perbedaan paling mendasar dari perbedaan sohun dan bihun terletak pada bahan bakunya. Seperti diungkapkan Widi, sohun murni terbuat dari tepung aren dan tepung sagu, meskipun ada pula yang menggunakan sari pati kacang hijau.

Sementara bihun terbuat dari tepung beras. Bahkan ada pula adonan bihun ditambahkan tapioka dan tepung maizena untuk tekstur yang lebih kenyal.

“Ya, kalau sohun itu murni bahan bakunya dari tepung aren dan tepung sagu. Sementara bihun itu bahan bakunya dari tepung beras,” ucap Widi saat ditemui tim Liputan6.com di sentra produksi sohun miliknya.

2. Tekstur dan Warna

Bihun memiliki warna putih susu atau sedikit buram, bahkan setelah dimasak. Teksturnya juga cenderung lebih lembut dan mudah putus jika terlalu lama dimasak. Inilah alasan bihun lebih cepat matang dibandingkan sohun.

Sementara, sohun berubah menjadi bening atau putih transparan dengan tekstur kenyal dan sedikit licin setelah dimasak. Hal itu juga senada dengan pemaparan Widi yang memaparkan jika mi sohun teksturnya lebih kenyal daripada bihun.

“Teksturnya juga beda, sohun itu lebih kenyal dibanding bihun,” ujar Widi.

3. Cara Memasak yang Berbeda

Perbedaan sohun dan bihun juga terlihat dari cara memasaknya. Sohun biasanya perlu direndam dalam air panas hingga lunak sebelum diolah lebih lanjut.

Sementara itu, bihun cukup direndam dalam air hangat atau bahkan bisa langsung dimasak dalam kuah panas. Waktu memasak bihun juga relatif lebih singkat dibandingkan sohun.

Jika salah teknik, hasilnya bisa kurang maksimal. Sohun yang terlalu lama direndam bisa menjadi terlalu lembek, sedangkan bihun yang dimasak berlebihan bisa hancur.

4. Penggunaan dalam Berbagai Masakan

Dalam dunia kuliner, perbedaan sohun dan bihun juga tampak dari penggunaannya. Sohun sering ditemukan dalam sup, soto, atau isi lumpia karena teksturnya yang kenyal dan tidak mudah hancur. Bihun lebih sering digunakan dalam bihun goreng, bihun kuah, atau sebagai pelengkap bakso. Teksturnya yang lembut membuatnya mudah menyerap bumbu.

Widi menambahkan, sohun maupun bihun pengolahannya cukup fleksibel selama ini di kalangan masyarakat. Terlebih dalam dunia kuliner, pasti akan selalu terbuka dengan beragam inovasi menu, dan hal yang cukup membuktikan adalah stabilnya permintaan pasar pada keberadaan keduanya di pasaran.

“Kalau permintaan mi sohun sampai sekarang saya lihat makin banyak kebutuhannya. Misalnya mie bukan buat tambahan kuah bakso saja, tapi juga buat makanan kering, isian risoles, isian tahu, jadi merambah kemana-mana, nggak terpaku pada kebutuhan bakso dan mi saja,” Widi menjelaskan lebih lanjut.

5. Harga dan Ketersediaan di Pasaran

Dari segi harga, perbedaan sohun dan bihun tidak terlalu jauh, namun tetap ada selisih tergantung kualitas dan bahan baku. Sohun berbahan pati kacang hijau ataupun tepung aren dan tepung sagu biasanya sedikit lebih mahal dibandingkan bihun karena proses pembuatannya lebih kompleks. Sementara bihun berbahan beras lebih mudah diproduksi dan lebih umum ditemukan.

Hal yang sangat selaras dengan pernyataan Widi, bahwa salah satu tantangan dalam produksi pembuatan mi sohun adalah ketersediaan bahan baku tepung aren.

“Bahan baku (mi sohun) itu susah dicari sekarang, kan pakai tepung aren. Karena budidaya aren itu cukup susah sepengetahuan saya,” terang Widi.

“Kalau sagu itu kan tumbuhnya di pinggir rawa atau danau, tapi kalau aren di pegunungan. Sagu bisa dipanen 3-4 tahun sekali, berkembangnya juga cepat, tapi kalau aren lebih lama,” ia menambahkan.

Menurut Widi, kunci utama pembuatan sohun adalah penggunaan pati yang berkualitas sehingga mi nantinya bertekstur kenyal dan transparan setelah dimasak. Selain itu, jenis pati yang digunakan dapat mempengaruhi tekstur akhir. Jadi Widi pun mengupayakan semaksimal mungkin pengadaan bahan baku berkualitas di tengah tantangan yang ada.

“Kalau soal proses pembuatan sohun, tepung aren itu kita cuci sampai 8 kali atau sampai benar-benar bersih. Karena kalau tidak bersih berpengaruh ke kualitas akhirnya nanti. Setelah itu tepung diendapkan semalam lalu dibuat adonan, dimasak, dan akhirnya dicetak jadi mie. Kalau pengemasan itu dibantu ibu-ibu sekitar sini,” ujar Widi.

Terlepas dari itu, Widi memastikan bahwa minat pasar terhadap mi sohun sangat tinggi dan stabil. Jadi meskipun saat musim penghujan produksinya sedikit terkendala, Widi dan karyawan lainnya berupaya maksimal untuk memenuhi permintaan pasar, termasuk ke pelanggan-pelanggannya yang mayoritas berasal dari Jawa Timur.

“Rata-rata produksi sohun minimal 1 kuintal 1 kali proses. Kalau cuaca bagus itu bisa 3 kali proses. 1 tempat itu minimal produksi 3 kuintal perhari rata-rata sekarang. Pelanggan utama sohun dari Jawa Timur, hampir 90 persen ke sana. Rata-rata pelanggan itu agen yang kulakan untuk toko-tokonya,” cerita Widi.

Di pasaran, variasi kualitas mi sohun dan bihun bisa berbeda-beda, sehingga penting untuk memilih produk yang terpercaya. Harga juga bisa dipengaruhi oleh merek, kemasan, dan daerah distribusi. Oleh karena itu, konsumen perlu cermat dalam memilih.

6. Tips Memilih Sohun dan Bihun Berkualitas

Agar tidak salah pilih, ada beberapa tips dalam memahami perbedaan sohun dan bihun yang sering dimiripkan saat membeli.

Pertama, perhatikan warna. Sohun berkualitas biasanya berwarna putih bening, sedangkan bihun berkualitas memiliki warna putih alami tanpa terlalu pucat.

Kedua, cek tekstur sebelum dimasak. Bihun biasanya lebih kaku dan rapuh, sementara sohun sedikit lebih lentur.

Ketiga, hindari produk dengan bau tidak sedap atau warna mencurigakan. Ini bisa menjadi tanda kualitas yang kurang baik.

Membandingkan Nilai Gizi Mi Sohun dan Bihun

Mi sohun dan bihun memiliki nilai gizi yang berbeda karena terbuat dari bahan baku berbeda. Namun kedua jenis mi putih ini termasuk dalam sumber karbohidrat rendah lemak dan kalori.

Dilansir dari laman cygluten, sohun yang berbahan dasar non-terigu, aman dikonsumsi oleh mereka yang sensitif terhadap gluten atau memiliki kondisi medis seperti celiac. Selain itu, mi berbasis pati seperti soun juga sering digunakan dalam penelitian pangan sebagai alternatif sehat untuk memenuhi kebutuhan gluten-free.

Selain itu, karena masuk dalam sumber karbohidrat sederhana, sohun mudah diserap tubuh sehingga tidak memberatkan pencernaan saat dikonsumsi, dan cocok untuk menu harian karena rendah kalori, gula, dan sodium.

Sementara itu, bihun cenderung mengandung lebih banyak karbohidrat kompleks karena bahan bakunya dari tepung beras. Jumlah kalori bihun juga cenderung lebih tinggi, meski bergantung dari cara penyajian dan tambahan lain. Bihun yang terbuat dari non terigu juga cocok dikonsumsi untuk mereka yang sensitif terhadap gluten.

Jadi, perbedaan gizi sohun dan bihun tidak terlalu jauh. Keduanya menawarkan banyak protein, karbohidrat, dan serat, namun rendah gula, sodium, dan kalori untuk alternatif makanan sehat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa perbedaan utama sohun dan bihun?

Sohun terbuat dari pati (biasanya kacang hijau) dan transparan saat matang, sedangkan bihun dari tepung beras dan tetap putih.

2. Mana yang lebih cepat dimasak, sohun atau bihun?

Bihun lebih cepat matang dibandingkan sohun.

3. Apakah sohun dan bihun bisa saling menggantikan?

Bisa dalam beberapa masakan, tetapi hasil tekstur dan rasa akan berbeda.

4. Mana yang lebih sehat, sohun atau bihun?

Tergantung kebutuhan, sohun lebih ringan sementara bihun lebih mengenyangkan.

5. Bagaimana cara terbaik memasak sohun?

Rendam dalam air panas hingga lunak, lalu tiriskan sebelum diolah.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |