Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan gabus di ember menjadi salah satu solusi cerdas bagi masyarakat yang ingin memulai usaha perikanan dengan lahan terbatas namun tetap memiliki peluang hasil yang menjanjikan. Metode ini banyak diminati karena ikan gabus dikenal sebagai ikan yang tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem, termasuk kadar oksigen rendah, sehingga cocok dipelihara dalam media sederhana seperti ember plastik.
Selain itu, permintaan pasar terhadap ikan gabus relatif stabil karena dagingnya banyak dimanfaatkan untuk konsumsi harian maupun kebutuhan kesehatan, terutama untuk pemulihan pascaoperasi. Dengan teknik yang tepat, budidaya ikan gabus di ember tidak hanya bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berpotensi menjadi usaha sampingan yang menguntungkan.
1. Persiapan Ember dan Peralatan
Persiapan ember menjadi tahap awal yang sangat menentukan keberhasilan budidaya ikan gabus karena media ini akan menjadi habitat utama ikan selama masa pemeliharaan. Ember yang digunakan sebaiknya berukuran minimal 60 liter agar ikan memiliki ruang gerak cukup, serta terbuat dari bahan plastik tebal yang tidak mudah bocor dan aman bagi ikan.
Selain ember, peralatan pendukung seperti penutup jaring perlu disiapkan untuk mencegah ikan gabus meloncat keluar, mengingat sifat alaminya yang aktif dan agresif. Penutup juga berfungsi melindungi ikan dari kotoran atau benda asing yang bisa mencemari air dan menurunkan kualitas lingkungan hidup ikan.
Untuk menunjang kualitas air, pembudidaya juga dapat menambahkan aerator meskipun sifat ikan gabus memungkinkan hidup tanpa oksigen tinggi. Keberadaan aerator, selang sifon, serta ember cadangan untuk karantina akan sangat membantu dalam proses perawatan dan penanganan ikan jika terjadi masalah selama pemeliharaan.
2. Pengisian Air yang Tepat
Pengisian air ke dalam ember tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena kualitas air sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan gabus. Air yang digunakan sebaiknya berasal dari sumur atau air PDAM yang telah diendapkan selama 24 jam agar kandungan kaporit atau zat berbahaya lainnya dapat menguap terlebih dahulu.
Ketinggian air ideal dalam ember berkisar antara 40 hingga 60 cm atau sekitar tiga perempat dari kapasitas ember, sehingga ikan tetap leluasa bergerak namun tidak mudah meloncat keluar. Air yang terlalu penuh berisiko membuat ikan stres, sedangkan air yang terlalu sedikit dapat menghambat pertumbuhan ikan.
Untuk menjaga kestabilan air, pembudidaya dapat menambahkan daun ketapang kering atau probiotik perikanan dalam dosis ringan. Bahan alami ini berfungsi membantu menekan pertumbuhan bakteri jahat sekaligus menjaga air tetap jernih dan tidak berbau selama masa pemeliharaan.
3. Pemilihan dan Penebaran Benih Gabus
Pemilihan benih ikan gabus harus dilakukan dengan cermat karena kualitas benih sangat menentukan tingkat kelangsungan hidup dan kecepatan pertumbuhan ikan. Benih yang baik biasanya berukuran seragam, aktif bergerak, memiliki warna cerah, serta tidak menunjukkan tanda-tanda luka atau penyakit pada tubuhnya.
Ukuran benih yang dianjurkan untuk budidaya di ember adalah sekitar 5–8 cm karena ukuran ini relatif lebih adaptif terhadap lingkungan baru. Dalam satu ember berkapasitas 80–100 liter, jumlah benih ideal berkisar antara 10 hingga 15 ekor agar kepadatan tidak terlalu tinggi dan risiko kanibalisme dapat ditekan.
Sebelum benih ditebar, proses aklimatisasi wajib dilakukan dengan cara merendam plastik berisi benih ke dalam ember selama 10–15 menit. Langkah ini bertujuan menyesuaikan suhu air agar benih tidak mengalami stres yang dapat menyebabkan kematian di awal pemeliharaan.
4. Pemberian Pakan
Pakan merupakan faktor utama yang memengaruhi pertumbuhan ikan gabus karena ikan ini tergolong karnivora dengan kebutuhan protein yang cukup tinggi. Pakan yang umum digunakan adalah pelet khusus ikan gabus dengan kandungan protein minimal 30 persen agar pertumbuhan daging dan bobot ikan optimal.
Selain pelet, pakan alami seperti ikan rucah, keong sawah, cacing, atau sisa daging juga bisa dimanfaatkan untuk menekan biaya produksi. Namun, pakan alami harus dipastikan bersih dan segar agar tidak menjadi sumber penyakit yang dapat merugikan budidaya.
Pemberian pakan dilakukan sebanyak dua kali sehari, yaitu pagi dan sore, dengan porsi secukupnya sesuai jumlah ikan. Pemberian pakan berlebihan sebaiknya dihindari karena sisa pakan yang mengendap di dasar ember dapat mempercepat penurunan kualitas air dan memicu timbulnya penyakit.
5. Perawatan dan Penggantian Air
Perawatan rutin menjadi kunci utama agar ikan gabus tetap sehat selama masa pemeliharaan di ember. Salah satu bentuk perawatan terpenting adalah penggantian air secara berkala untuk menjaga kualitas air tetap stabil dan layak bagi kehidupan ikan.
Penggantian air sebaiknya dilakukan sebanyak 20–30 persen setiap 5–7 hari sekali, tanpa menguras air secara keseluruhan. Pergantian air total dapat menyebabkan ikan stres karena perubahan lingkungan yang terlalu drastis dan berpotensi menghambat pertumbuhan.
Selain penggantian air, pembudidaya perlu mengamati kondisi ikan setiap hari, termasuk nafsu makan dan aktivitas berenangnya. Jika ikan terlihat lesu atau sering muncul ke permukaan, hal tersebut bisa menjadi tanda kualitas air menurun dan perlu segera ditangani.
6. Pengendalian Penyakit dan Kanibalisme
Ikan gabus memiliki sifat kanibal yang cukup kuat, terutama jika terdapat perbedaan ukuran yang mencolok atau kondisi pakan kurang mencukupi. Oleh karena itu, pengendalian kanibalisme harus dilakukan sejak awal dengan menjaga keseragaman ukuran benih dan kepadatan ikan dalam ember.
Sortir ikan berdasarkan ukuran perlu dilakukan setiap dua hingga tiga minggu sekali agar ikan yang lebih besar tidak memangsa ikan yang lebih kecil. Langkah ini juga membantu ikan tumbuh lebih merata dan mengurangi tingkat kematian selama masa pemeliharaan.
Untuk mencegah penyakit, kebersihan ember dan kualitas air harus selalu dijaga, serta pakan yang diberikan tidak boleh basi atau tercemar. Jika ditemukan ikan yang sakit atau terluka, sebaiknya segera dipisahkan ke wadah karantina agar tidak menular ke ikan lainnya.
7. Masa Panen Ikan Gabus
Masa panen ikan gabus di ember umumnya dapat dilakukan setelah 3–4 bulan pemeliharaan, tergantung pada kualitas pakan dan konsistensi perawatan yang dilakukan. Pada usia tersebut, bobot ikan biasanya sudah mencapai ukuran konsumsi, yaitu sekitar 200–300 gram per ekor.
Panen bisa dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan, sehingga ikan yang tersisa memiliki kesempatan untuk tumbuh lebih besar. Cara ini juga membantu menjaga kestabilan populasi ikan di dalam ember agar tidak terlalu padat setelah sebagian ikan dipanen.
Proses panen sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar ikan tidak stres atau terluka, terutama jika masih ada ikan yang akan dipelihara kembali. Dengan teknik panen yang tepat, kualitas ikan tetap terjaga dan nilai jualnya bisa lebih optimal.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Budidaya Ikan Gabus
Apakah ikan gabus bisa hidup di ember tanpa aerator?
Bisa, karena ikan gabus memiliki organ pernapasan tambahan yang membuatnya tahan oksigen rendah.
Berapa jumlah ikan gabus ideal dalam satu ember?
Idealnya 10–15 ekor untuk ember berkapasitas 80–100 liter.
Berapa lama ikan gabus bisa dipanen?
Umumnya bisa dipanen setelah 3–4 bulan pemeliharaan.
Apakah ikan gabus mudah terserang penyakit?
Relatif tahan penyakit selama kualitas air dan pakan terjaga.
Apakah budidaya ikan gabus di ember menguntungkan?
Menguntungkan jika dilakukan dengan kepadatan, pakan, dan perawatan yang tepat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481755/original/093970000_1769145324-asian-young-woman-holding-tube-moisturizer.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481707/original/043440700_1769143020-wajan_anti_lengket.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5366414/original/008267000_1759226872-WhatsApp_Image_2025-09-30_at_16.37.32__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473756/original/022250600_1768455216-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481704/original/059567400_1769142993-Ramainya_penjual_takjil_tanpa_digoreng__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475641/original/083929200_1768634934-Pupuk_Kompos___Eco-Enzyme__Nutrisi_Alami_untuk_Tanaman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481668/original/062260200_1769141811-Menanam_bayam_brazil__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2764999/original/097153600_1553882280-POHON_DURIAN-Ridlo.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431112/original/072316100_1764727964-bamer__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481675/original/053374000_1769141966-Dress_China_Kekinian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467969/original/026476600_1767938826-Gemini_Generated_Image_g3xh37g3xh37g3xh.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481360/original/078465700_1769090578-annie-spratt-nkFlmZu9PrE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481685/original/083782700_1769142153-cincin_jaman_dulu4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481421/original/036756900_1769128515-Untitled_design__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467940/original/021342200_1767936718-kebun_modal_0_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481632/original/055714600_1769140380-Stacking_Ring.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481636/original/019593900_1769140425-unnamed__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481593/original/038581800_1769138841-Menjaga_ketinggian_air_kolam_terpal_berisi_lobster_air_tawar_20-30_cm_saja__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2896079/original/021283800_1567063774-natural-3808184_960_720.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481422/original/065449600_1769129103-kebun_cabai_dan_tomat_edit.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363574/original/067634200_1758951074-Gemini_Generated_Image_d15sird15sird15s.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3936591/original/031031300_1645054040-james-wheeler-HJhGcU_IbsQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/824391/original/082843900_1425877386-09032015-waduksermo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5370599/original/040845800_1759561568-Gamis_Simple_tapi_elegan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378510/original/035461500_1760253518-Gemini_Generated_Image_8zg0bc8zg0bc8zg0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364103/original/064641000_1759040675-Gemini_Generated_Image_29nq7729nq7729nq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363765/original/004808300_1758963234-Gemini_Generated_Image_uopfavuopfavuopf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364053/original/005894200_1759037147-MixCollage-28-Sep-2025-12-02-PM-3646.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5367398/original/025212100_1759305132-warung_sembako_hemat_modal_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364186/original/001233300_1759045126-Gemini_Generated_Image_f3ya1kf3ya1kf3ya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363279/original/031529000_1758892895-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5402608/original/032362000_1762254271-unnamed_-_2025-11-04T171618.678.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363368/original/004460100_1758935700-rumah_mezanine_lahan_terbatas_8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360969/original/078803200_1758771480-Gemini_Generated_Image_wiqr94wiqr94wiqr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394858/original/039789400_1761643209-gelang5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362914/original/028470800_1758876982-8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363486/original/078379500_1758945634-dapur_dan_ruang_tamu_scandinavian_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363521/original/015394700_1758947659-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.33.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363511/original/082081900_1758946742-ChatGPT_Image_27_Sep_2025__11.16.03.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288449/original/015116900_1532331717-Harga-Telur-Ayam6.jpg)