Ayam Petelur vs Ayam Pedaging Mana yang Lebih Gampang Diternak, Ini Penjelasan untuk Pemula

6 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Perbandingan antara ayam petelur dan ayam pedaging menjadi topik penting bagi calon peternak pemula. Memahami karakteristik, kebutuhan nutrisi dan manajemen masing-masing jenis akan membantu menentukan pilihan terbaik. Artikel ini membahas ayam petelur vs ayam pedaging mana yang gampang diternak, sehingga pembaca bisa menyesuaikan usaha ternak dengan kemampuan serta modal yang dimiliki.

Pemilihan ayam untuk usaha ternak harus mempertimbangkan tujuan utama, apakah fokus pada produksi telur atau daging. Proses pemeliharaan, umur produktif dan pola pertumbuhan masing-masing jenis berbeda signifikan. Oleh sebab itu, penting bagi calon peternak untuk mengetahui ayam petelur vs ayam pedaging mana yang gampang diternak, sebelum memulai investasi waktu dan sumber daya.

Selain tujuan usaha, faktor ketersediaan pakan, kandang dan biaya pemeliharaan juga memengaruhi kemudahan ternak. Ayam pedaging biasanya lebih cepat siap panen, sedangkan ayam petelur membutuhkan perawatan lebih lama untuk mencapai produktivitas optimal. Hal ini menjadikan diskusi mengenai ayam petelur vs ayam pedaging mana yang gampang diternak relevan untuk strategi peternakan yang efektif.

Bagi pemula, pengalaman praktis dan kesederhanaan manajemen menjadi pertimbangan utama. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (16/1/2026).

Perbedaan Dasar Ayam Petelur dan Ayam Pedaging

Dalam dunia peternakan unggas, dua jenis ayam yang paling banyak dibudidayakan oleh peternak skala kecil maupun besar adalah ayam petelur dan ayam pedaging. Kedua jenis ayam ini memiliki karakteristik fisik, kebutuhan nutrisi, serta tujuan pemeliharaan yang berbeda secara signifikan. Memahami perbedaan antara keduanya menjadi sangat penting bagi calon peternak agar dapat menentukan jenis ayam yang sesuai dengan kemampuan teknis, modal yang dimiliki, serta target usaha yang ingin dicapai, sehingga investasi waktu dan sumber daya dapat dimanfaatkan secara optimal.

Ayam petelur biasanya dipelihara untuk menghasilkan telur secara rutin dalam jangka panjang. Secara umum, ayam petelur membutuhkan beberapa bulan masa adaptasi sebelum mulai bertelur secara teratur, dan produksinya dapat berlangsung hingga beberapa tahun jika kondisi pemeliharaan dan nutrisi terpenuhi.

Jenis ayam ini umumnya memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibanding ayam pedaging, namun lebih tahan terhadap variasi suhu dan kondisi lingkungan. Meski demikian, ayam petelur memerlukan perhatian khusus terhadap nutrisi seimbang, kualitas pakan, serta pencahayaan yang tepat agar produktivitas telur tetap optimal sepanjang masa produktifnya.

Di sisi lain, ayam pedaging, atau dikenal juga sebagai broiler, diternakkan khusus untuk diambil dagingnya. Pertumbuhan ayam pedaging sangat cepat dan efisie yaitu dalam rentang waktu sekitar 5–8 minggu, bobot tubuh ayam dapat mencapai standar pasar yang diinginkan.

Ayam pedaging membutuhkan pakan tinggi protein dan manajemen kandang yang baik agar pertumbuhan optimal dapat tercapai. Umur pemeliharaannya relatif singkat, sehingga memungkinkan rotasi ternak lebih cepat dan hasil panen lebih sering dibanding ayam petelur, membuat jenis ini populer bagi peternak yang mengutamakan kecepatan produksi dan perputaran modal yang cepat.

Kemudahan Pemeliharaan

Ayam Pedaging:

1. Ayam pedaging memiliki keunggulan dalam hal pertumbuhan yang sangat cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 5–8 minggu untuk mencapai bobot panen sesuai standar pasar. Kecepatan pertumbuhan ini memberikan keuntungan besar bagi peternak, karena hasil ternak dapat diperoleh dalam waktu singkat, modal berputar lebih cepat, dan risiko kerugian finansial dapat diminimalkan. Hal ini membuat ayam pedaging menjadi pilihan ideal bagi mereka yang ingin memperoleh keuntungan awal tanpa menunggu waktu lama.

2. Daging ayam selalu menjadi salah satu kebutuhan pokok konsumen, sehingga peluang penjualan relatif aman dan lebih mudah diprediksi dibandingkan produk lain. Stabilitas permintaan ini memberikan rasa aman bagi peternak pemula yang mungkin belum memiliki pengalaman dalam menghadapi fluktuasi pasar. Dengan demikian, ayam pedaging menjadi jenis ternak yang cocok bagi calon peternak yang ingin memulai usaha secara cepat dan praktis.

3. Pemeliharaan ayam pedaging cenderung lebih mudah karena fokus utama terletak pada pemberian pakan berkualitas tinggi, menjaga kebersihan kandang, serta pemantauan kesehatan secara rutin. Tidak diperlukan pengaturan pencahayaan khusus, fasilitas bertelur, atau perawatan tambahan untuk produksi, sehingga manajemen harian lebih sederhana dan praktis. Peternak dapat mengalokasikan waktu dan tenaga secara efisien tanpa harus khawatir terhadap kompleksitas produksi.

Ayam Petelur:

1. Dalam memelihara ayam petelur, kualitas dan kuantitas telur sangat bergantung pada pakan yang diberikan. Peternak harus memastikan ayam memperoleh nutrisi lengkap secara rutin, termasuk protein, mineral, dan vitamin, agar produksi telur tetap optimal dan konsisten. Kekurangan nutrisi dapat berdampak langsung pada jumlah telur yang dihasilkan, sehingga perhatian pada kualitas pakan menjadi faktor penting dalam pemeliharaan ayam petelur.

2. Agar ayam dapat bertelur secara optimal, pencahayaan kandang harus diatur dengan baik. Intensitas cahaya memengaruhi ritme bertelur ayam, sehingga pengaturan pencahayaan yang tepat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjaga produktivitas telur. Peternak perlu memperhatikan durasi, intensitas, dan distribusi cahaya agar ayam tetap nyaman dan produktif.

3. Umur produktif ayam petelur lebih panjang dibanding ayam pedaging, sehingga perawatan harus dilakukan selama beberapa tahun. Hal ini mencakup pengawasan kesehatan secara rutin, menjaga kebersihan kandang agar bebas dari penyakit, serta penyediaan fasilitas bertelur yang nyaman. Peternak harus siap meluangkan waktu dan tenaga dalam jangka panjang agar produksi telur tetap stabil dan menguntungkan.

  • Ayam pedaging membutuhkan modal awal relatif rendah dibanding ayam petelur. Hal ini karena umur pemeliharaan yang singkat, hanya 5–8 minggu, sehingga peternak tidak perlu menyiapkan fasilitas jangka panjang.
  • Kandang yang digunakan bisa sederhana, cukup melindungi ayam dari hujan dan panas, dengan ventilasi yang memadai. Tidak diperlukan fasilitas khusus seperti lampu tambahan atau kotak bertelur, sehingga biaya awal lebih hemat.
  • Pakan yang diberikan difokuskan pada pertumbuhan cepat, biasanya pakan tinggi protein, sehingga total kebutuhan pakan selama masa pemeliharaan lebih sedikit dibanding ayam petelur.
  • Pemeliharaan ayam petelur membutuhkan modal awal lebih besar karena kandang harus lebih nyaman untuk bertelur. Kandang memerlukan ventilasi, pencahayaan tambahan, dan area bertelur yang memadai agar produksi telur optimal.
  • Selain kandang, peternak harus menyiapkan perlengkapan tambahan seperti tempat makan, minum, serta lampu pencahayaan untuk memastikan ayam tetap produktif di semua musim.
  • Pakan ayam petelur harus lebih terkontrol dan seimbang, karena kualitas dan kuantitas telur sangat bergantung pada nutrisi yang diterima. Hal ini menambah biaya modal awal dan rutin.

3. Biaya Pemeliharaan Harian Ayam Pedaging

  • Pakan harian ayam pedaging berfokus pada pertumbuhan cepat. Meskipun nutrisi tinggi, masa pemberian pakan lebih singkat sehingga total biaya harian relatif lebih rendah.
  • Kebersihan kandang dan pengawasan kesehatan sederhana, sehingga peternak tidak perlu mengeluarkan banyak biaya tambahan untuk obat-obatan atau perawatan jangka panjang.

4. Biaya Pemeliharaan Harian Ayam Petelur

  • Ayam petelur membutuhkan pakan lebih terkontrol untuk menjaga produktivitas telur. Pemberian pakan harus rutin dan seimbang, termasuk vitamin dan mineral tambahan jika diperlukan.
  • Perawatan jangka panjang menjadi faktor signifikan dalam total biaya. Peternak harus memantau kesehatan ayam, membersihkan kandang secara rutin, dan memastikan lingkungan tetap nyaman agar produksi telur stabil.
  • Pengaturan pencahayaan dan peralatan bertelur menambah biaya listrik dan pemeliharaan rutin.

FAQ Seputar Topik

Apa perbedaan utama antara ayam petelur dan ayam pedaging?

Ayam petelur difokuskan untuk produksi telur dengan masa produksi panjang, sementara ayam pedaging dibudidayakan untuk daging dengan pertumbuhan cepat dan siklus panen singkat.

Mana yang lebih cepat menghasilkan keuntungan, ayam petelur atau ayam pedaging?

Ayam pedaging memiliki siklus panen yang sangat singkat (sekitar 5-7 minggu), memungkinkan perputaran modal dan potensi keuntungan lebih cepat dibandingkan ayam petelur.

Penyakit apa saja yang rentan menyerang ayam petelur dan ayam pedaging?

Ayam petelur rentan terhadap Tetelo, Infectious Bronchitis (IB), dan Koksidiosis. Ayam pedaging rentan terhadap Gumboro, Chronic Respiratory Disease (CRD), dan Kolibasilosis.

Berapa perkiraan modal awal untuk beternak ayam petelur skala kecil?

Untuk skala kecil (misalnya 50 ekor), modal awal beternak ayam petelur bisa dimulai dari sekitar Rp5.000.000, mencakup biaya kandang, bibit ayam, pakan, dan perlengkapan.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |