8 Model Kandang Ayam dengan Sistem Panen Telur Tanpa Masuk Kandang, Anti Repot

2 hours ago 2
  • Apakah kandang ayam tanpa masuk tetap aman untuk telur?
  • Model kandang mana yang paling mudah dibuat di rumah?
  • Apakah sistem ini cocok untuk pemula?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Kebutuhan akan sistem pemeliharaan ayam yang efisien terus meningkat seiring keterbatasan waktu dan tenaga yang dimiliki banyak orang saat ini. Pengambilan telur yang biasanya mengharuskan pemilik masuk ke dalam kandang sering menjadi kendala karena berisiko kotor, mengganggu ayam, serta memerlukan waktu tambahan yang tidak sedikit.

Berbagai pendekatan mulai diterapkan untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan merancang kandang yang memungkinkan proses panen telur dilakukan dari luar. Sistem ini memanfaatkan posisi sarang yang diarahkan ke sisi luar kandang sehingga telur dapat diambil tanpa membuka akses utama kandang.

Sebagai referensi, berikut Liputan6 hadirkan 8 model kandang ayam yang dirancang untuk memudahkan pengambilan telur tanpa harus masuk ke dalam kandang. Simak setiap modelnya untuk panduan praktis peternakan, dirangkum, Rabu (22/4).

1. Kandang Ayam Sistem Rak Miring ke Belakang

Model ini menggunakan lantai sarang yang dibuat miring ke arah belakang sehingga telur yang baru dikeluarkan akan langsung menggelinding ke bagian penampung di luar kandang. Posisi kemiringan dibuat dengan perhitungan sederhana agar telur tidak pecah saat bergerak.

Bagian belakang kandang dilengkapi kotak penampung yang dapat dibuka dari luar tanpa mengganggu ayam di dalam. Pemilik hanya perlu membuka penutup dan mengambil telur yang sudah terkumpul di tempat tersebut tanpa harus masuk ke dalam kandang.

Sistem ini banyak digunakan karena mudah dibuat dari bahan sederhana dan tidak memerlukan alat tambahan. Dengan pengaturan yang tepat, alur telur dapat berjalan lancar sehingga proses panen menjadi lebih singkat dan tidak mengganggu aktivitas ayam.

2. Kandang Ayam Sarang Eksternal Samping

Model ini memindahkan posisi sarang ke sisi luar kandang dengan akses langsung dari luar. Ayam tetap masuk ke sarang melalui lubang kecil dari dalam kandang, sementara bagian luar dilengkapi pintu untuk mengambil telur.

Struktur ini memungkinkan pemilik mengambil telur kapan saja tanpa membuka kandang utama. Posisi sarang yang terpisah juga membantu menjaga area utama tetap bersih karena aktivitas bertelur tidak terjadi di dalam ruang utama.

Dengan desain yang sederhana, model ini cocok diterapkan pada skala kecil hingga menengah. Pemilik dapat menambah jumlah sarang sesuai kebutuhan tanpa mengubah struktur utama kandang.

3. Kandang Ayam Kotak Bertingkat dengan Akses Depan

Kandang ini menggunakan susunan kotak bertingkat yang menghadap ke bagian depan sehingga setiap sarang dapat diakses dari luar. Ayam masuk ke dalam kotak melalui bagian dalam kandang untuk bertelur.

Telur akan tetap berada di dalam kotak hingga pemilik membuka penutup dari bagian depan. Cara ini memudahkan pengambilan tanpa perlu masuk ke dalam kandang atau mengganggu ayam yang sedang beraktivitas.

Struktur bertingkat membantu pemanfaatan ruang tanpa perlu menambah luas lahan. Selain itu, susunan kotak yang rapi memudahkan pemilik memantau hasil panen dan melakukan pengambilan secara teratur setiap hari.

4. Kandang Ayam Sistem Laci Penarik

Model ini menggunakan sarang berbentuk laci yang dapat ditarik dari luar kandang. Telur yang dihasilkan ayam akan berada di dalam laci tersebut hingga pemilik mengambilnya.

Pemilik cukup menarik laci tanpa harus membuka kandang utama. Cara ini membantu menghemat waktu dan mengurangi interaksi langsung dengan ayam saat proses panen berlangsung.

Sistem ini juga membantu menjaga telur tetap berada di satu tempat sehingga tidak bercampur dengan area lain di dalam kandang. Dengan penggunaan yang rutin, laci dapat berfungsi dengan baik dan memudahkan proses pengambilan telur setiap hari.

5. Kandang Ayam Sistem Lorong Panen Belakang

Model ini menyediakan lorong khusus di bagian belakang kandang yang digunakan untuk mengambil telur. Sarang ditempatkan di dinding yang menghadap ke lorong tersebut sehingga telur dapat diakses dari belakang.

Pemilik dapat berjalan di lorong tanpa masuk ke area ayam. Proses panen dilakukan dengan membuka bagian belakang sarang yang sudah disiapkan untuk pengambilan telur.

Sistem ini membantu pengelolaan panen pada kandang dengan jumlah ayam lebih banyak. Selain itu, lorong juga memudahkan pemilik untuk memeriksa kondisi sarang secara rutin tanpa mengganggu aktivitas ayam di dalam kandang.

6. Kandang Ayam Sistem Roll Out Egg

Model ini menggunakan alas sarang yang memungkinkan telur bergerak menuju tempat penampung setelah dikeluarkan oleh ayam. Jalur dibuat dengan arah yang jelas agar telur tidak berhenti di tengah.

Tempat penampung berada di luar kandang sehingga pemilik dapat mengambil telur tanpa membuka akses utama. Sistem ini membantu mengurangi langkah saat panen dan menjaga proses tetap sederhana.

Dengan pengaturan jalur yang tepat, telur dapat sampai ke tempat penampung tanpa mengalami kerusakan. Selain itu, telur tidak berada lama di sarang sehingga kondisi tetap terjaga dan siap untuk dikumpulkan.

7. Kandang Ayam Dinding Sarang Lipat

Model ini menggunakan dinding sarang yang dapat dibuka ke arah luar sehingga telur dapat diambil tanpa masuk ke dalam kandang. Ayam tetap bertelur di dalam sarang yang terhubung dengan panel tersebut.

Pemilik hanya perlu membuka bagian luar untuk mengambil telur yang sudah tersedia. Cara ini memudahkan akses dan mengurangi langkah saat proses panen dilakukan.

Desain ini dapat diterapkan pada berbagai ukuran kandang tanpa perubahan besar pada struktur utama. Dengan penggunaan yang rutin, sistem ini membantu menjaga alur panen tetap teratur dan mudah dilakukan setiap hari.

8. Kandang Ayam Sistem Pipa Penyalur Telur

Model ini menggunakan jalur berbentuk saluran yang mengarahkan telur dari sarang menuju tempat penampung di luar kandang. Telur akan bergerak mengikuti jalur tersebut setelah dikeluarkan oleh ayam.

Tempat penampung dirancang agar mudah dijangkau sehingga pemilik dapat mengambil telur tanpa membuka kandang utama. Sistem ini membantu mengurangi langkah saat panen berlangsung.

Dengan pengaturan jalur yang tepat, telur dapat sampai ke penampung tanpa gangguan. Model ini menjadi pilihan bagi yang ingin sistem panen tanpa harus masuk ke dalam kandang setiap hari.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apakah kandang ayam tanpa masuk tetap aman untuk telur?

Sistem ini aman jika jalur telur dibuat dengan posisi yang tepat sehingga telur tidak jatuh atau terbentur saat berpindah.

2. Model kandang mana yang paling mudah dibuat di rumah?

Model sarang eksternal samping dan rak miring ke belakang termasuk yang mudah dibuat karena tidak memerlukan banyak komponen tambahan.

3. Apakah sistem ini cocok untuk pemula?

Sistem ini cocok untuk pemula karena memudahkan pengambilan telur dan mengurangi interaksi langsung dengan ayam.

4. Apakah semua jenis ayam bisa menggunakan sistem ini?

Sebagian besar ayam petelur dapat menggunakan sistem ini selama ukuran sarang disesuaikan dengan kebutuhan.

5. Apakah biaya pembuatan kandang lebih tinggi?

Biaya dapat disesuaikan dengan bahan yang digunakan, dan banyak model yang tetap bisa dibuat dengan bahan yang tersedia di sekitar rumah.

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |