Liputan6.com, Jakarta - Kehilangan pekerjaan atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) seringkali menjadi tantangan berat yang mendorong seseorang untuk mencari peluang baru demi menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Situasi ini menuntut kreativitas serta keberanian untuk memulai usaha mandiri dari nol. Maka penting untuk mengetahui 8 ide ternak ikan murah untuk orang habis PHK.
Salah satu pilihan realistis yang hadir adalah melalui ide usaha ternak ikan yang bisa panen dalam waktu relatif singkat, sangat cocok bagi pemula yang membutuhkan perputaran hasil cepat. Sektor perikanan skala kecil menunjukkan potensi menarik sebagai sumber penghasilan alternatif yang fleksibel, hemat biaya, dan bisa dijalankan dari rumah.
Budidaya ikan rumahan kini tidak hanya sebatas hobi, tetapi bisa berkembang menjadi usaha yang menguntungkan tanpa membutuhkan lahan luas atau teknologi canggih. Berikut Liputan6 memberikan daftarnya untuk Anda, Selasa (21/4/2026).
1. Budidaya Ikan Lele dalam Ember (Budikdamber)
Budidaya ikan lele dalam ember, atau dikenal dengan Budikdamber, menawarkan solusi praktis dan efisien bagi mereka yang ingin membudidayakan ikan di ruang terbatas, seperti di lingkungan perkotaan. Metode ini menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu wadah, sehingga tidak hanya menghasilkan ikan tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menanam sayuran seperti kangkung.
Usaha ternak ikan lele ini sangat efektif karena harga benih lele sangat murah, berkisar antara Rp200 hingga Rp500 per ekor. Modal minimal untuk Budikdamber lele sebagai pembelajaran bisa sekitar Rp30.000, menjadikannya sangat efektif untuk pemula.
Lele biasanya dapat dipanen setelah 2–3 bulan pemeliharaan, menawarkan siklus panen yang cepat bagi para pembudidaya. Keberhasilan budidaya dengan modal terbatas ini sangat bergantung pada kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas seperti ember atau bak plastik sebagai media kolam.
2. Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal atau Ember
Ikan nila adalah pilihan populer lainnya untuk budidaya skala kecil karena relatif cepat tumbuh dan mudah beradaptasi dengan lingkungan kolam kecil. Ikan ini juga dikenal tahan penyakit dan biaya pakannya terjangkau karena kemampuannya mengonsumsi berbagai jenis makanan.
Kemampuan ikan nila untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan membantu menekan biaya produksi, sehingga meningkatkan margin keuntungan bagi peternak. Ikan nila juga relatif cepat tumbuh dan mudah beradaptasi dengan lingkungan kolam kecil, cocok untuk pembesaran bibit dengan modal Rp50.000 untuk dijual kembali.
Meskipun modal awal untuk 1.000 bibit nila skala rumahan bisa mencapai sekitar Rp13,3 juta, budidaya nila tetap menjadi pilihan menarik karena permintaan pasar yang stabil dan potensi keuntungan yang baik.
3. Budidaya Ikan Gabus di Ember atau Kolam Terpal
Ikan gabus dikenal memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa dan nilai ekonomi tinggi, terutama karena kandungan albuminnya. Budidaya ikan gabus dapat dilakukan di wadah sederhana seperti ember, drum plastik, hingga kolam terpal.
Metode ini dinilai efisien dari segi biaya dan cocok untuk pemula di lahan terbatas, karena ikan gabus memiliki daya tahan tinggi sehingga cocok dipelihara di wadah sederhana. Budidaya ikan gabus di kolam terpal bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan dengan modal yang relatif kecil.
4. Budidaya Ikan Patin
Budidaya ikan patin memiliki peluang usaha yang menjanjikan karena permintaannya yang tinggi dan teknik budidayanya yang tergolong mudah. Bisnis ini dapat dimulai dengan modal kecil dan disesuaikan dengan kemampuan, serta dapat dibudidayakan di kolam kecil maupun besar.
Dalam sekali panen, pembudidaya ikan patin berpotensi mendapatkan laba puluhan juta rupiah, menunjukkan prospek keuntungan yang sangat menarik. Patin dapat dipanen dalam 3–7 bulan tergantung permintaan pasar, memberikan fleksibilitas dalam perencanaan panen.
5. Budidaya Ikan Cupang Hias
Budidaya ikan cupang hias tidak memerlukan modal besar, hanya sekitar Rp1 juta saja untuk memulai usaha ini. Ikan cupang tidak membutuhkan tabung oksigen atau kolam luas, sehingga sangat hemat biaya operasional harian.
Ikan cupang memiliki daya tahan tinggi dan mampu hidup di air dengan kadar oksigen minim berkat organ labirin yang dimilikinya. Kualitas air dan lingkungan yang stabil sangat penting untuk menjaga kesehatan ikan cupang, dengan perawatan rutin seperti penggantian air secara teratur.
6. Budidaya Ikan Guppy
Usaha ternak ikan guppy sangat menjanjikan karena siklus reproduksinya yang cepat dan masif. Cukup dengan membeli beberapa pasang bibit, populasi ikan akan bertambah banyak dalam hitungan bulan di dalam wadah plastik.
Budidaya ikan guppy diminati pemula karena modal kecil, cepat berkembang biak, burayak mudah tumbuh, dan potensi keuntungan besar. Memulai bisnis ikan guppy sebenarnya tidak memerlukan modal yang terlalu besar di awal, bahkan bisa dimulai dari skala kecil yang penting menghasilkan.
7. Budidaya Ikan Molly
Ikan molly memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan sangat mudah beradaptasi dengan kondisi air di lingkungan perumahan. Ini menjadikannya pilihan ideal bagi pemula yang ingin mencoba budidaya ikan dengan risiko rendah.
Harga bibit yang ekonomis memungkinkan pembelian stok awal yang cukup banyak untuk mengisi bak kecil di sudut halaman, sehingga modal awal yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Kemudahan adaptasi dan ketahanan ikan molly membuat perawatannya relatif sederhana, cocok untuk individu pasca-PHK yang mencari usaha sampingan.
8. Budidaya Ikan Platy
Ikan platy sangat digemari sebagai ikan hias karena variasi warnanya yang cerah dan sifatnya yang cenderung tidak agresif. Keindahan dan sifatnya yang tenang menjadikan ikan platy pilihan menarik bagi penghobi dan pasar ikan hias.
Modal awal untuk memulai budidaya platy sangat terjangkau, membuka kesempatan bagi siapa saja untuk memulai usaha ini. Pasar ikan platy sangat luas, terutama untuk toko ikan hias dan penghobi yang mencari ikan dengan perawatan mudah, menjamin potensi penjualan yang baik.
People Also Ask
1. Apa saja ide ternak ikan murah yang cocok untuk orang habis PHK?
Jawaban: Beberapa ide ternak ikan murah yang cocok meliputi budidaya ikan lele dalam ember (Budikdamber), nila di kolam terpal, gabus, patin, serta ikan hias seperti cupang, guppy, molly, dan platy.
2. Mengapa usaha ternak ikan cocok bagi individu pasca-PHK dengan modal terbatas?
Jawaban: Usaha ternak ikan cocok karena modal awalnya relatif kecil, bisa dilakukan di lahan sempit seperti kolam terpal atau ember, dan memiliki potensi balik modal yang cepat serta permintaan pasar yang stabil.
3. Bagaimana cara memulai usaha ternak ikan dengan modal terbatas?
Jawaban: Mulailah dengan memanfaatkan lahan sempit, gunakan kolam terpal atau ember, pilih bibit berkualitas, efisien dalam manajemen pakan, dan pasarkan produk secara efektif.
4. Berapa lama waktu panen untuk jenis ikan seperti lele, nila, dan patin?
Jawaban: Ikan lele dapat dipanen setelah 2-3 bulan pemeliharaan, sedangkan ikan patin dapat dipanen dalam 3-7 bulan tergantung permintaan pasar. Ikan nila juga relatif cepat tumbuh.
5. Apa keunggulan budidaya ikan hias seperti cupang atau guppy?
Jawaban: Budidaya ikan hias seperti cupang dan guppy tidak memerlukan modal besar, hemat biaya operasional, memiliki daya tahan tinggi, dan siklus reproduksi yang cepat serta masif.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561602/original/035243100_1776754008-jasa_usah_di_cluster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256583/original/029559800_1750242752-Depositphotos_687008608_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561490/original/091512500_1776750297-unnamed__50_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561434/original/093304300_1776749268-hari_bumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561356/original/028247000_1776747588-Gemini_Generated_Image_za42ceza42ceza42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561470/original/016708400_1776749886-Kandang_ayam_alas_sekam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561343/original/097000200_1776746966-Gelang_Rantai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549190/original/072118900_1775606309-ternak_lele.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561306/original/043330700_1776746302-belimbing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559920/original/052845400_1776653257-Pohon_kelengkeng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561277/original/047847600_1776745516-Magic_com.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561585/original/066871300_1776753263-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561563/original/014914700_1776752364-Model_Gelang_Emas_untuk_Usia_50_Tahun_ke_Atas_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561293/original/019651000_1776745957-ayam_HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561542/original/076739600_1776752069-Elegant_Watch_Portrait_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561478/original/089194200_1776749915-Gemini_Generated_Image_xbt911xbt911xbt9.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561503/original/012117000_1776750421-8cc25264-bf3c-42bd-ab46-40b4b45ac89d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3487015/original/010914400_1624075485-AC_PORTABLE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561507/original/072059900_1776750476-unnamed-98.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477918/original/004984000_1768885470-Gemini_Generated_Image_enx31yenx31yenx3.png)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2752731/original/038080600_1552704493-shutterstock_724191844.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464864/original/038532400_1767752280-Membersihkan_Blender.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466190/original/088167400_1767839290-Cara_Ternak_Ikan_Mas_di_Ember_Bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460813/original/018976000_1767321694-Takjil_Ramadhan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460967/original/070159800_1767330511-Rumah_subsidi_Gunakan_Karpet_Berukuran_Besar__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410367/original/068469000_1762930652-Gemini_Generated_Image_kwy80xkwy80xkwy8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461005/original/069066700_1767332221-model_cincin_emas_batu_opal__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460105/original/035503200_1767231872-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460947/original/089328700_1767328515-Batang_Kecombrang__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463669/original/097446700_1767667328-Gemini_Generated_Image_1cspbg1cspbg1csp.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460928/original/003883700_1767327681-model_kebun_rumah_dengan_pijakan_batu__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5470864/original/039639300_1768266170-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460978/original/052255100_1767330693-desain_halaman_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464943/original/048760100_1767754973-Kulkas_1_pintu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397086/original/041488200_1761800911-Gemini_Generated_Image_tlzh05tlzh05tlzh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4775954/original/075855900_1710744786-girl-wearing-hat-sitting-green-lawn-near-lake.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481829/original/051298400_1769148336-pohon_duku.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477531/original/099454700_1768839717-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472024/original/057223000_1768305981-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473880/original/084419100_1768460771-1.jpg)