Apakah Habis Cuci Muka Harus di Lap? Ini Jawaban dan Cara yang Benar

36 minutes ago 2

Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan apakah habis cuci muka harus dilap mungkin terdengar sederhana, tetapi cara mengeringkan wajah ternyata ikut menentukan kenyamanan kulit setelah mencuci muka. Membiarkan wajah basah begitu saja bukan satu-satunya pilihan, begitu pula menggosoknya dengan handuk bukan cara yang dianjurkan.

Setelah wajah dibilas, kulit sebaiknya dikeringkan secara perlahan menggunakan handuk yang bersih dan lembut. Hindari mengusap atau menggosok wajah dengan tekanan kuat karena gesekan berlebihan dapat membuat kulit terasa tidak nyaman, terutama jika sedang sensitif atau mengalami iritasi.

American Academy of Dermatology (AAD) juga menyarankan agar wajah dibilas menggunakan air suam-suam kuku, kemudian dikeringkan dengan cara menepuk-nepuknya menggunakan handuk lembut. Jika kulit terasa kering setelah mencuci muka, pelembap dapat segera digunakan untuk membantu menjaga kelembapannya. Kebiasaan sederhana ini merupakan bagian dari cara cuci muka yang benar, sehingga kulit tetap nyaman tanpa mendapatkan gesekan atau perlakuan berlebihan. Hal ini juga penting diperhatikan agar rutinitas membersihkan wajah tidak berubah menjadi kebiasaan terlalu sering mencuci muka, berikut ulasan Liputan6.com.

Cara Mengeringkan Wajah yang Tepat Setelah Cuci Muka

Kalau masih penasaran apakah habis cuci muka harus di lap, jawabannya kembali pada cara mengeringkan wajah. Setelah dibilas, wajah sebaiknya tidak dibiarkan basah menetes, tetapi juga tidak perlu digosok sampai benar-benar kering. Teknik yang paling aman adalah mengangkat sisa air secara perlahan dengan cara menepuk-nepuk permukaan kulit. Cara ini juga menjadi bagian penting dalam cara mencuci wajah dengan benar menurut dokter kulit.

  1. Tepuk Wajah dengan Lembut: Gunakan handuk untuk menekan-nekan permukaan wajah secara perlahan hingga sebagian besar air terserap. Hindari gerakan menggosok atau mengusap dengan tekanan kuat karena gesekan berulang dapat membuat kulit terasa perih dan tidak nyaman, terutama pada kulit yang sensitif.

  2. Pilih Handuk yang Bersih dan Lembut: Gunakan handuk khusus wajah yang bersih dan memiliki tekstur lembut, misalnya berbahan katun atau microfiber. Sebaiknya hindari handuk yang kasar, lembap, atau sudah digunakan berulang kali karena kebersihan kain juga menjadi bagian dari kebiasaan merawat kulit.

  3. Jangan Mengeringkan Wajah Sampai Terlalu Kesat: Wajah tidak harus dibuat benar-benar kering setelah dicuci. Cukup tepuk perlahan hingga tidak ada air yang menetes dan kulit masih terasa sedikit lembap. Kondisi ini memudahkan kamu melanjutkan tahapan perawatan kulit berikutnya tanpa membiarkan wajah terlalu lama dalam keadaan basah.

  4. Lanjutkan dengan Pelembap: Setelah wajah dikeringkan, aplikasikan pelembap saat kulit masih sedikit lembap. Langkah ini membantu menjaga kadar air pada permukaan kulit dan membuat rutinitas setelah mencuci muka terasa lebih nyaman. Jika menggunakan produk perawatan lain, ikuti urutan pemakaian yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit.

  5. Pastikan Tangan dalam Keadaan Bersih: Sebelum mengeringkan atau menyentuh wajah, pastikan tangan sudah dicuci bersih. Kebiasaan sederhana ini membantu mencegah kotoran berpindah kembali ke kulit yang baru saja dibersihkan.

Jadi, apakah habis cuci muka harus di lap? Pada dasarnya, wajah boleh dan sebaiknya dikeringkan, tetapi bukan dengan cara menggosoknya. Cukup gunakan handuk yang bersih dan lembut, kemudian tepuk perlahan untuk menyerap kelebihan air. Prinsip sederhananya adalah mengurangi air tanpa memberikan gesekan berlebihan pada kulit.

Panduan perawatan kulit dari CeraVe juga menekankan pentingnya mengeringkan wajah dengan lembut setelah mencuci muka, kemudian melanjutkannya dengan pelembap. Cara ini membantu menjaga kenyamanan kulit tanpa memberikan perlakuan yang terlalu keras. Dengan demikian, kebiasaan kecil setelah mencuci muka pun tetap perlu diperhatikan, terutama jika kulit mudah kering, sensitif, atau mengalami iritasi.

"Menggosok wajah akan mengganggu skin barrier, sedangkan menepuk lembut justru membantu mengangkat air dari wajah."

Cara Memilih Media Pengering Wajah yang Aman

Selain cara mengeringkan, pilihan media yang digunakan juga layak diperhatikan. Tidak semua orang merasa nyaman menggunakan handuk, sementara kondisi kulit tertentu mungkin membutuhkan perhatian lebih terhadap kebersihan benda yang bersentuhan langsung dengan wajah. Beberapa pilihan berikut dapat disesuaikan dengan kebiasaan dan kebutuhan masing-masing.

  1. Handuk Khusus Wajah: Handuk kecil yang memang diperuntukkan bagi wajah dapat menjadi pilihan praktis untuk penggunaan sehari-hari. Pisahkan dari handuk badan dan cuci secara rutin agar tidak menjadi tempat menumpuknya minyak, kotoran, maupun sisa produk perawatan.

  2. Tisu Wajah Sekali Pakai: Tisu bersih dapat digunakan jika kamu lebih mengutamakan kepraktisan atau ingin mengurangi kontak wajah dengan kain yang dipakai berulang kali. Pilih tisu yang lembut dan tidak mudah meninggalkan serat, kemudian gunakan dengan menekan perlahan pada kulit.

  3. Kain Microfiber yang Bersih: Microfiber memiliki tekstur yang relatif lembut dan mudah dikeringkan. Jika memilih jenis kain ini, siapkan beberapa lembar agar masing-masing dapat dicuci setelah digunakan. Kebersihan kain tetap lebih penting daripada jenis bahannya.

  4. Membiarkannya Kering Secara Alami: Tidak selalu harus menggunakan kain untuk mengeringkan wajah. Setelah mencuci muka, kamu dapat membiarkan sebagian air menguap dengan sendirinya, selama wajah tidak dibiarkan basah terlalu lama atau terkena udara yang membuat kulit terasa semakin kering. L'Oréal Paris juga membahas pilihan air-dry setelah membersihkan wajah sebagai salah satu cara untuk mengurangi penggunaan handuk.[3]https://www.lorealparisusa.com/beauty-magazine/skin-care/skin-care-essentials/air-dry-face-after-cleansing

  5. Jangan Mengandalkan Handuk Mandi: Handuk badan bukan pilihan ideal untuk wajah karena teksturnya bisa lebih kasar dan penggunaannya yang berulang membuat kebersihannya perlu diperhatikan. Jika tidak ada handuk khusus, pastikan kain yang digunakan benar-benar bersih dan kering.

Pilihan media pengering sebenarnya hanya salah satu bagian dari rutinitas membersihkan wajah. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan wajah sudah dibersihkan dengan tahapan yang tepat, terutama jika sebelumnya menggunakan makeup, sunscreen, atau produk yang cukup sulit diangkat hanya dengan air. Karena itu, membersihkan makeup terlebih dahulu dapat menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan sebelum melanjutkan ke tahap mencuci wajah.

Suhu air pun tidak perlu dibuat terlalu ekstrem. Jika masih bingung memilih air dingin atau hangat, air suam-suam kuku umumnya menjadi pilihan yang nyaman untuk membersihkan wajah tanpa memberikan sensasi terlalu panas atau terlalu dingin pada kulit.

Cara Merawat Handuk Wajah agar Tidak Jadi Sarang Bakteri

Jika memilih menggunakan handuk untuk mengeringkan wajah, hal yang perlu mendapat perhatian berikutnya adalah kebersihannya. Handuk yang terlihat bersih belum tentu bebas dari minyak, sel kulit mati, sisa produk, maupun mikroorganisme yang menempel setelah digunakan. Karena itu, kebiasaan mengeringkan wajah dengan handuk perlu disertai dengan pengelolaan handuk yang tepat.

  1. Pisahkan Handuk Wajah dan Badan: Sebaiknya gunakan handuk yang berbeda untuk wajah dan tubuh. Kebiasaan ini membantu mengurangi perpindahan minyak, keringat, dan sisa produk perawatan tubuh ke area wajah. Pemisahan tersebut terutama penting bagi pemilik kulit yang mudah berjerawat.

  2. Cuci Secara Teratur: Handuk wajah perlu dicuci secara rutin, terutama setelah digunakan berkali-kali. Frekuensi pencucian dapat disesuaikan dengan kondisi kulit, frekuensi pemakaian, dan seberapa cepat handuk menjadi lembap atau kotor.

  3. Pastikan Handuk Benar-Benar Kering: Setelah digunakan, jemur atau gantung handuk di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Hindari membiarkannya terlipat atau menumpuk dalam kondisi basah karena kelembapan yang terus terperangkap dapat membuat handuk berbau dan kurang higienis.

  4. Jangan Menggunakan Handuk yang Lembap Berulang Kali: Handuk yang belum kering sebaiknya tidak langsung digunakan kembali untuk wajah. Siapkan handuk lain yang bersih dan kering jika diperlukan, terutama ketika handuk sebelumnya masih terasa lembap.

  5. Perhatikan Kondisi Serat: Handuk yang sudah terasa kasar, kaku, berbulu, atau berbau meskipun telah dicuci mungkin sudah waktunya diganti. Permukaan yang tidak lagi nyaman dapat meningkatkan gesekan ketika bersentuhan dengan kulit.

Perhatian terhadap kebersihan handuk bukan tanpa alasan. Dermatolog Dr. Joshua Zeichner dari Mount Sinai, sebagaimana dikutip Yahoo News, mengingatkan bahwa penggunaan kembali handuk yang kotor dapat membuat kulit kembali bersentuhan dengan debu, minyak, sisa makeup, dan berbagai kotoran lain.

Pemisahan handuk wajah dan tubuh juga bukan semata-mata persoalan bakteri. Jinah Yoo, pendiri Maylin x Jinah Yoo Dermatology, yang dikutip Newsweek, menjelaskan bahwa penggunaan kain yang sama untuk wajah dan tubuh juga dapat mempertemukan kulit wajah dengan berbagai residu dari produk yang digunakan pada tubuh.

Kebiasaan sederhana seperti mengganti handuk mandi secara berkala pun tidak sebaiknya diabaikan. Handuk yang jarang dicuci dapat menjadi tempat berkumpulnya berbagai kotoran dan mikroorganisme. Karena itu, pembahasan mengenai akibat handuk jarang dicuci kerap dikaitkan dengan pentingnya menjaga kebersihan benda yang bersentuhan langsung dengan kulit.

Pada akhirnya, bukan berarti setiap orang harus berhenti menggunakan handuk untuk wajah. Yang lebih penting adalah memperhatikan penyebab timbulnya jerawat dan iritasi secara menyeluruh, termasuk kebiasaan sehari-hari yang mungkin luput diperhatikan. Bagi kulit yang rentan mengalami masalah tertentu, seperti fungal acne, kebersihan benda yang menyentuh wajah menjadi salah satu hal yang layak dipertimbangkan. Inilah pula alasan berbagai edukasi mengenai alasan tidak mengeringkan wajah dengan handuk sembarangan dan dampak buruknya bagi kulit terus menekankan aspek kebersihan, bukan sekadar penggunaan handuk itu sendiri.

Lebih Baik Dilap atau Dibiarkan Kering Alami?

Setelah mengetahui cara dan pilihan media yang bisa digunakan, pertanyaan berikutnya adalah apakah wajah lebih baik dikeringkan atau dibiarkan mengering dengan sendirinya. Keduanya dapat menjadi pilihan. Tidak ada satu metode yang wajib diterapkan oleh semua orang karena kenyamanan kulit, kondisi lingkungan, dan kebiasaan perawatan setiap orang bisa berbeda.

Mengeringkan wajah dengan menepuk menggunakan media yang sesuai memiliki keuntungan dari sisi kepraktisan. Sisa air dapat segera diangkat sehingga wajah tidak terasa terlalu basah dan kamu bisa melanjutkan rutinitas perawatan kulit. Metode ini juga membantu menghindari air menetes ke leher atau pakaian. Bagi sebagian orang, langkah tersebut terasa lebih nyaman, terutama setelah mencuci wajah pada pagi hari sebelum menggunakan produk perawatan maupun makeup.

Di sisi lain, membiarkan wajah mengering secara alami dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin meminimalkan kontak kulit dengan kain. Namun, bukan berarti wajah harus dibiarkan sampai terasa kering dan tertarik. Setelah proses membersihkan wajah selesai, perhatikan kondisi kulit dan lanjutkan dengan pelembap sebelum rasa kering muncul. Prinsip ini sejalan dengan aturan cuci muka yang baik dan benar yang menempatkan pelembap sebagai bagian penting setelah wajah dibersihkan.

Lantas, mana yang lebih baik? Jawabannya bukan sekadar memilih antara handuk dan udara. Hal yang lebih menentukan adalah bagaimana kulit diperlakukan setelah mencuci muka. Jika menggunakan handuk, pilih media yang bersih dan lembut. Jika memilih membiarkan wajah kering sendiri, jangan menunda rutinitas berikutnya sampai kulit terasa sangat kering. Dengan pendekatan tersebut, kamu bisa memilih metode yang paling nyaman tanpa menjadikan proses mengeringkan wajah sebagai sumber masalah baru.

Kondisi kulit juga dapat menjadi pertimbangan. Jika wajah mudah terasa kering atau tertarik setelah mencuci muka, evaluasi kembali produk pembersih, frekuensi mencuci wajah, serta kebiasaan setelahnya. Rasa tidak nyaman yang muncul berulang kali bukan selalu disebabkan oleh proses mengeringkan wajah saja. Ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi kondisi kulit, termasuk kebiasaan mencuci wajah terlalu sering dan penggunaan produk yang kurang sesuai.

Perlakuan yang terlalu keras dan dilakukan terus-menerus memang dapat membuat kulit semakin sensitif. Beberapa tanda seperti kemerahan, rasa perih, atau ciri skin barrier rusak perlu diperhatikan. Jika kulit mulai terasa sangat kering hingga mengelupas, kurangi kebiasaan yang berpotensi memperburuk kondisi tersebut dan berikan waktu bagi kulit untuk kembali nyaman. Perawatan sederhana juga dapat membantu ketika menghadapi kulit kering pada wajah.

Panduan mengenai waktu dan teknik mencuci muka juga penting dipahami sebagai satu rangkaian, bukan hanya berfokus pada tahap mengeringkan. Begitu pula dengan mengenali tanda skin barrier rusak, sehingga perubahan pada kulit tidak dianggap sebagai akibat dari satu kebiasaan saja.

Jadi, tidak perlu bingung memilih antara mengeringkan wajah dan membiarkannya kering sendiri. Keduanya bisa dilakukan selama sesuai dengan kondisi kulit dan tidak disertai perlakuan yang berlebihan. Fokus utamanya adalah menjaga wajah tetap nyaman setelah dibersihkan, kemudian segera melanjutkan perawatan yang dibutuhkan kulit.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mengeringkan Wajah Setelah Cuci Muka

Apakah wajah harus dikeringkan setelah cuci muka?

Tidak wajib dikeringkan sampai benar-benar kering, tetapi menepuk lembut sisa air sangat dianjurkan. Cukup angkat kelebihan air dengan handuk lembut atau tisu bersih, sisakan sedikit kelembapan, lalu segera oleskan pelembap agar kulit tidak terasa ketarik.

Lebih baik mengeringkan wajah dengan handuk atau tisu?

Keduanya boleh, tergantung kondisi kulit dan kebersihan medianya. Tisu wajah sekali pakai lebih higienis untuk kulit berjerawat, sedangkan handuk khusus wajah yang lembut dan sering dicuci tetap aman asal tidak dipakai bergantian dengan handuk badan.

Apakah boleh membiarkan wajah kering sendiri setelah cuci muka?

Boleh, asalkan tidak dibiarkan kering total dalam waktu lama tanpa pelembap. Tekan sisa air dengan telapak tangan bersih, lalu aplikasikan pelembap selagi kulit masih lembap supaya hidrasi terkunci dan wajah tidak menjadi kering.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Photos | Hot Viral |